Laman

Rabu, 08 Juni 2011

SHOLAT ITU TIDAK PENTING

          Pengalaman luar biasa saya rasakan dari perjalanan ke Bogor dengan menggunakan kereta Matarmaja jurusan Malang-PasarSenen.Tidak tanggung-tanggung,22 jam berada di kereta,menyusuri berbagai pemandangan dan fenomena sosial dan masyarakat.Di dalam kereta,tak jauh beda dengan sebutan pasar berjalan.Dalam waktu selama itu,kita umat islam pasti ada yang bertanya bagaimana melaksanakan ibadah dalam suasana hiruk pikuk nya Matarmaja.Ya,Sholat.

        Waktu sholat Maghrib tiba, kami berlima segera bersiap untuk melaksanakan sholat.Mengarahkan kedua telapak tangan ini untuk menyapu debu di kursi,kaca jendela sisi luar,bawah meja,serta kolong kursi yang kami duduki,megusapkannya pada wajah dan tangan,bercampur dengan peluh akibat pengap nya udara dalam kereta.Tentu saja setelah kami memastikan akan sulit menggunakan air dalam keadaan ini.Kemudian salah satu dari kami membaca iqamah,ditengah suara nyanyian pengamen,genderang alat musik,erangan anak kecil yang sedang menangis,gemuruh roda kereta dan suara tawaran pedagang asongan yang bersahut-sahutan seraya menyaingi seruan adzan pada mushola-mushola kecil yang ada di pinggiran rel kereta.Kami sholat dalam keadaan duduk tegap bersama sesaknya barang bawaan kami sendiri,Imampun memulai dengan takbir seolah berusaha memecah suasana Matarmaja.Gerakan kami tampak asing,tak seperti sedang menikmati perjalanan,beberapa pasang mata mencoba mencuri pandangan dengan melirik kearah kami,dengan pandangan heran atas apa yang kami lakukan.Menggerak-gerakkan tangan ke atas dan ke bawah,mata merunduk,mulut komat-kamit dan satu imam yang membaca bacaan berbahasa arab dengan keras.Kami melakukannya tiga rakaat berturut-turut kemudian bertayammum lagi,kemudian melanjutkan dengan yang dua rakaat untuk menggenapkan kewajiban kami hari itu.

         Dalam keadaan seperti itu,seolah rasanya tak mungkin melakukan sholat,berdiri,rukuk,dan sujud dan memang itu yang sering kita jadikan alasan.Tapi kita sering lupa akan Kemurahan-Nya,Dia Maha Bijaksana atas segala sesuatu.Seperti yang sudah kami lakukan…
-          Sholat dengan Bertayammum, tak perlu air untuk bersuci
-          Sholat dengan duduk, yakni rukuk dan sujud dilaksanakan dengan membungkukkan badan,tak perlu berdiri.
-          Sholat dengan di Jama`, yakni dua waktu sholat dijadikan satu waktu berturut-turut (kecuali subuh).
-          Sholat dengan di Qashar,yakni memendekkan rakaat sholat menjadi setengahnya (kecuali subuh dan maghrib).





             Ya,sholat itu tidak penting,tidak penting apapun alasannya,tidak penting dimanapun tempatnya*,tidak penting apapun keadaannya,yang penting HARUS SHOLAT.Subhanallah,betapa banyakknya kemudahan yang diberikan-Nya pada manusia dalam keadaan apapun tanpa harus mencari kambing hitam untuk meninggalkannya.Sesungguhnya yang paling mudah adalah meninggalkan sholat.

*)Syarat dan ketentuan Syar`i

Hak Cipta Artikel oleh AdithLib,UltimateLibrary

1 komentar:

  1. Bang, judulnya menarik! Waktu pertama saya baca judulnya, sempat ada rasa tertekan di hati ini, jadi saya langsung coba baca. Tapi, setelah membaca, saya paham apa maksud dari judul tadi. Nice!!!

    BalasHapus