Laman

Jumat, 24 Juni 2011

The Other Side of Arjuno



Meninggalkan kepenatan di kota untuk sekejap saja menghirup udara segar.Kami sudah berada di Desa Tambaksari—tempat kami memuali start—sejak malam harinya,kami berempat bermalam di sebuah masjid,mencoba merebahkan badan ini di halaman masjid,dingin menjalari tubuh kami melalui ujung-ujung jari kaki dan tangan kami yang tanpa dibalut selimut,jangankan selimut,kaos kakipun kami tak bawa.Badan ini hanya ditutupi dengn jaket tebal ala kadarnya,namun dingin di kaki ini amat mengganggu istirahat kami.

Keesokan harinya kami diberangkatkan pukul 06.00 tepat untuk memulai start,bersama hingar-bingar ratusan wajah yang tak tau akan ada apa disepanjang perjalanan nanti.Melalui jalanan setapak berbatu,pohon bambu yang besar dan menjulang tinggi seolah menyoraki kami dari sisi kiri dan kanan,suara gesekan batu dan sepatu para peserta seolah bersahut-sahutan bersama celotehan puluhan mulut yang masing-masing mengeluarkan kata-katanya.Sangat Ramai.Menyapa setiap orang yang lewat dari arah yang berlawanan,mereka melakukan kesehariannya,bersama kerbau dan sapinya,entah apa yang ada dibenak mereka dengan datangnya ratusan orang asing ini di desa mereka.

Perjalanan terus berlanjut,kini mulai tercipta kehangatan sesama peserta,bercerita,bertukar pengalaman,berdendang,seolah keluarga besar.Berasal dari berbagai daerah Gresik,Madiun,Surabaya Pasuruan,Malang,Mojokerto dan Kediri.Kami berjalan menyusuri bukit,lembah,sugai kering,hutan jati,hutan pinus,kebun kopi,teh dan tebu,menghampiri setiap pos yang telah ditentukan untuk mencatatkan waktu tempuh perjalanan kami.Di ujung mata kami memandang, berdiri tegak Gunung Arjuno yang seolah mencibir perjalanan kami,menyombongkan diri dengan congkaknya,menganggap kami tak akan mencapai puncaknya,dalam hati kami berkata “bukan kau tujuan kami…”.Sinar matahari yang cerah menembus dedaunan pada pohon –pohon,membentuk bayangan indah bak sorot lampu yang terang,cukup menghangatkan dan menyebabkan kami berkeringat,sangat berbeda dengan keadaan kami tadi malam.Kini,kami melanjutkan perjalanan tanpa balutan kain tebal.Merasakan hembusan angin,ingin rasanya berhenti sejenak, bergoyang bersama alunan dedaunan,namun kami harus melanjutkan perjalanan. Beristirahat bersama peserta lain,saling menolong,senyum dan menyapa,berbagi walaupun dengan seteguk air,memperhatikan  setiap peserta dan terpaku pada penampilan yang tak lazim.Tentu kami tak lupa mengabadikan momen-momen itu.

Batu-batu kecil sepanjang jalan ini telah mulai banyak menggores kaki dan tumit kami –karena memang tak bersepatu—demikian juga pasir yang berebut menempel di kaki kami bersama basahnya air embun yang membasahi  kaki.Namun rasa perih di kaki tak terasa karena nyamannya suasana saat itu.

Jalur lintas medan ini bukan jalur biasa,kami sengaja dilewatkan pada jalur yang penuh situs sejarah ini.Ya,memang terdapat setidaknya empat peninggalan bersejarah yang kami lewati,Mulai dari Gua Jepang,bekas tempat penimbunn pasokan senjata pada masa penjajahan Jepang,Tumpukan batu purbakala dan batu besar bekas tempat pemujaan.Eksotis.

Artikel Adithlib UL

Rabu, 08 Juni 2011

SHOLAT ITU TIDAK PENTING

          Pengalaman luar biasa saya rasakan dari perjalanan ke Bogor dengan menggunakan kereta Matarmaja jurusan Malang-PasarSenen.Tidak tanggung-tanggung,22 jam berada di kereta,menyusuri berbagai pemandangan dan fenomena sosial dan masyarakat.Di dalam kereta,tak jauh beda dengan sebutan pasar berjalan.Dalam waktu selama itu,kita umat islam pasti ada yang bertanya bagaimana melaksanakan ibadah dalam suasana hiruk pikuk nya Matarmaja.Ya,Sholat.

        Waktu sholat Maghrib tiba, kami berlima segera bersiap untuk melaksanakan sholat.Mengarahkan kedua telapak tangan ini untuk menyapu debu di kursi,kaca jendela sisi luar,bawah meja,serta kolong kursi yang kami duduki,megusapkannya pada wajah dan tangan,bercampur dengan peluh akibat pengap nya udara dalam kereta.Tentu saja setelah kami memastikan akan sulit menggunakan air dalam keadaan ini.Kemudian salah satu dari kami membaca iqamah,ditengah suara nyanyian pengamen,genderang alat musik,erangan anak kecil yang sedang menangis,gemuruh roda kereta dan suara tawaran pedagang asongan yang bersahut-sahutan seraya menyaingi seruan adzan pada mushola-mushola kecil yang ada di pinggiran rel kereta.Kami sholat dalam keadaan duduk tegap bersama sesaknya barang bawaan kami sendiri,Imampun memulai dengan takbir seolah berusaha memecah suasana Matarmaja.Gerakan kami tampak asing,tak seperti sedang menikmati perjalanan,beberapa pasang mata mencoba mencuri pandangan dengan melirik kearah kami,dengan pandangan heran atas apa yang kami lakukan.Menggerak-gerakkan tangan ke atas dan ke bawah,mata merunduk,mulut komat-kamit dan satu imam yang membaca bacaan berbahasa arab dengan keras.Kami melakukannya tiga rakaat berturut-turut kemudian bertayammum lagi,kemudian melanjutkan dengan yang dua rakaat untuk menggenapkan kewajiban kami hari itu.

         Dalam keadaan seperti itu,seolah rasanya tak mungkin melakukan sholat,berdiri,rukuk,dan sujud dan memang itu yang sering kita jadikan alasan.Tapi kita sering lupa akan Kemurahan-Nya,Dia Maha Bijaksana atas segala sesuatu.Seperti yang sudah kami lakukan…
-          Sholat dengan Bertayammum, tak perlu air untuk bersuci
-          Sholat dengan duduk, yakni rukuk dan sujud dilaksanakan dengan membungkukkan badan,tak perlu berdiri.
-          Sholat dengan di Jama`, yakni dua waktu sholat dijadikan satu waktu berturut-turut (kecuali subuh).
-          Sholat dengan di Qashar,yakni memendekkan rakaat sholat menjadi setengahnya (kecuali subuh dan maghrib).





             Ya,sholat itu tidak penting,tidak penting apapun alasannya,tidak penting dimanapun tempatnya*,tidak penting apapun keadaannya,yang penting HARUS SHOLAT.Subhanallah,betapa banyakknya kemudahan yang diberikan-Nya pada manusia dalam keadaan apapun tanpa harus mencari kambing hitam untuk meninggalkannya.Sesungguhnya yang paling mudah adalah meninggalkan sholat.

*)Syarat dan ketentuan Syar`i

Hak Cipta Artikel oleh AdithLib,UltimateLibrary

Minggu, 24 April 2011

Strategi Branding Sederhana (Bag. 1)


Sederhana,Bukan Berarti Tidak Profesional

Branding atau pe-merek-an suatu produk merupakan hal yang marak saat ini.Produk yang dapat di-branding dalam hal ini dapat berupa produk benda,perusahaan/instansi,organisasi,maupun sebuah agenda.Branding perlu untuk dilakukan dengan berbagai tujuan seperti pembentukan citra,kredibilitas,eksistensi serta identitas.Intinya branding merupakan sebuah strategi pengenalan produk kita pada masyarakat.






Branding dikenal sebagai suatu upaya yang mahal dan membutuhkan banyak prosedur dan biaya,terutama dalam lingkup profesional.Bagaimana tidak,mulai dari pembuatan logo,media promosi termasuk iklan televisi,iklan media cetak,web dan media lainnya dapat menghabiskan milyaran rupiah dari suatu perusahaan profesional.

Namun tak perlu risau, kita dari kalangan pelajar bukan tidak mungkin mencontoh cara mereka mengemas produknya,tentunya dalam format yang sederhana dan hemat sesuai kantong pelajar tanpa mengurangi profesionalitas.(jujur saja,penulisnya juga mahasiswa kok :D )

Penulisan ini didasarkan pada keprihatinan penulis terhadap penyelenggaraan acara di kampusnya,maksudnya penulis merasa ada banyak potensi dalam acara itu yang seharusnya dilakukan secara profesional,namun yang terjadi bukanlah demikian,biaya acara membengkak untuk keperluan yang sebenarnya tidak perlu,namun cara mengemas dan publikasi acaranya semrawut dan terkesan tidak profesional,ditambah lagi dalam hal publikasi ini selalu dibenturkan dengan masalah biaya,bagaimana mungkin?!

Berikut cara sederhana mem-branding suatu produk,Bagian pertama kali ini kita mulai dari mempersiapkan logo,media lainnya akan dibahas dalam tulisan berikutnya

a.Siapkan Logo

Logo Simpel dan visioner
Logo yang sedang trend saat ini haruslah simpel,sederhana,tidak terlalu banyak komponen agar lebih mudah diingat.Logo yang terlalu rumit baik dalam bentuk maupun komposisi warna akan menimbulkan kesan yang berlebihan,identitas yang tidak jelas, dan kurang berwibawa.Jika memungkinkan selalu buatlah logo dalam versi horizontal dan vertikal.




Mengenai logo simpel ini,beberapa contoh BUMN yang mengganti logonya ke bentuk yang lebih sederhana adalah BNI 46,Bank Mandiri,PT.Pertamina dan PT.Telkom Indonesia





Logo Fleksibel
Fleksibilitas diperlukan untuk memungkinkan logo ditampilkan dalam berbagai keadaan, model,dan teknik media (baik 2 dimensi maupun 3 dimensi).



-Versi
Versi Baku Logo
Versi Baku mencakup logo asli dengan berbagai warna penyusunnya yang beragam.Biasanya logo versi ini memungkinkan untuk ditampilkan dalam keadaan warna latar berwarna putih atau yang kontras dengan logo (warna cerah).



Versi Black and White dan Negative
Versi ini dapat merefleksikan bagaimana jika logo berada dalam keadaan hitam-putih,seperti hasil cetakan mesin fotokopi misalnya,atau media stempel dengan satu warna tinta.


Versi Turunan
Versi ini merupakan versi turunan dari logo asli,maksudnya komposisi warna logo asli dapat dijadikan warna latar dengan logo berwarna kontras,dalam keadaan ini,sebaiknya logo berwarna putih yang bersifat netral.Untuk menghindari kebingungan munculnya “warna asing”.Selain itu penggunaan warna latar ini berfungsi mempertegas identitas produk dan konsistensi.
 Contoh :

Varian Logo BNI 46


 Varian logo Garuda Indonesia



-Munculnya warna asing menyebabkan logo terkesan tidak konsisten.
-Warna abu-abu TIDAK termasuk warna asing,warna ini sudah dianggap masuk dalam versi black and white dan sudah umum digunakan.

Versi turunan ini juga bisa diebut versi darurat,maksudnya bisa ditampilkan ketika tampilan media terlalu rumit dan tidak kontras dengan tampilan logo asli.

 Logo dalam fungsi dasarnya adalah sebagai identitas,pembahasan mengenai logo akan diulas dalam tulisan selanjutnya.

Properti Grafis milik Adithsign,UC
Hak Cipta Artikel pada Adithlib,UltimateLibrary

Kamis, 14 April 2011

Adithsign Sadari Urgensi Branding


Pembangunan citra sangat penting adanya guna meningkatkan eksistensi dan kredibilitas produk di masyarakat.Adit sebagai owner Adithsign.Corp sangat menyadari hal ini,menurutnya branding atau pencitraan menduduki posisi penting dalam pemasaran sebuah produk.Branding juga membutuhkan strategi dan trik,tidak bisa dikerjakan asal-asalan.Selain fungsi tersebut diatas,branding juga memiliki fungsi utama yakni sebagai identitas.



Tidak dapat dipungkiri,branding merupakan hal yang vital.Kesalahan dalam mengemas suatu produk/agenda akan berakibat pada kualitas dan jalannya suatu rencana.Menurut Adit walau branding lebih menekankan pada sebuah cara namun ini tidak dapat dihindari"itu sudah merupakan trend saat ini,kita tidak bisa menghindari atau menutup diri,jadi kita manfaatkan saja.."tambahnya.Adit juga mengatakan branding harus dikerjakan oleh orang yang profesional dan kompeten di bidangnya.


Gambar dari googlePicture
Artikel oleh Adithlib,UL

Rabu, 06 April 2011

Desainer,Apaan tuh? (what is a designer?)



Pernahkah kita berpikir dan menyadari bahwasannya segala sesuatu yang dapat kita lihat dan rasakan adalah hasil buah pikiran seseorang?apa sebutan yang pantas bagi orang itu?Ya,itulah desainer,apapun yang dirancangnya,baik dalam bentuk fisik maupun non fisik,mereka adalah orang-orang yang berada “ dibalik layar”,penyumbang “energi” terbesar suatu karya.


Desainer merupakan salahsatu elemen penting dalam kemunculan segala sesuatu,semakin besar kegunaannya,semakin mahal nilainya.Desainer mencakup banyak hal seperti Arsitek (bangunan),sutradara(film),komposer(musik),dan desainer dalam bidang lainnya,seperti grafis,busana,produk,dll.

Secara umum bagi seorang desainer,ada tiga hal yang penting,pertama yaitu Ide,ide merupakan harga mati yang harus bersemayam di dalam pikiran seorang desainer, ide mutlak diperlukan untuk menciptakan hal-hal yang luar biasa,diluar kebiasaan orang lain pada umumnya.Hal penting kedua adalah adanya keberanian mewujudkan ide itu,bukan seorang desainer jika dia hanya membayangkan ide ,tanpa ada suatu karya yang dihasilkan. Yang terakhir yaitu konsep,konsep berfungsi memperkuat dan menjabarkan sebuah ide,konsep muncul setelah ada keberanian seseorang untuk mewujudkan sebuah ide.Konsep berisi alasan,latarbelakang,sampai mendekati pelaksanaan yang pada akhirnya akan memunculkan sebuah produk.

IDE>KEBERANIAN>KONSEP

Berbagai macam Desainer :
Desainer grafis (brand image,seni rupa,pencitraan)
Desainer film (sutradara,komposer,tim kreatif,
Desainer busana (lebih aman dilakukan oleh seorang wanita.hha)
Desainner bangunan (arsitek)
Desainer produk (ergonomi)
Desainer peradaban (tokoh masyarakat,Nabi,Rasul)

Seorang desainer harus mampu berpikir mendalam,komprehensif (keseluruhan),berimajinasi dan memiliki daya visual yang baik.Dari proses itulah dia berpikir bagaimana sesuatu seharusnya ada atau tidak,dan perlu atau tidak.Desainer juga harus mampu merasakan apa yang dirasakan orang lain dengan karyanya.Kadang seorang desainer harus melakukan hal-hal gila diluar kebiasaan dan tidak dapat dimengerti orang pada umumnya.Namun itulah caranya mendapatkan sebuah ide.Berbahagialah sebagai seorang desainer,dimana orang lain selalu menunggu kira-kira apalagi yang akan keluar dari pikiran Anda.Selamat mendesain kehidupan Anda.

Hak Cipta Artikel pada AdithLib,UltimateLibrary

Adithsign:Tak Masuk 10 Besar,Tak Kecewa




Adithsign turut berpartisipasi dalam lomba desain Logo Polinema dalam rangka perayaan Dies Natalis ke 29 Polinema,yang perlu diketahui bersama ini bukan logo resmi institusi,melainkan hanya sebuah brand image,logo resmi institusi tetap digunakan dalam kepentingan-kepentingan tertentu terutama yang bersifat resmi,brand image hanya berfungsi sebagai pencitra pendamping logo resmi institusi.


Setelah mengajukan desain pada tanggal 28 April lalu(hari terakhir),kemudian melalu beberapa tahap seleksi,desain logo untuk polinema dari Adithsign tidak berada pada 10 besar desain logo yang lolos seleksi melalui pengumuman senin (4/4) kemarin.Adit selaku owner dari Adithsign.Corp ketika dikonfirmasi mengenai hal ini mengaku dirinya sudah mengetahui pengumuman itu,”desainnya memang bagus-bagus”,katanya.Dia juga mengatakan tak kecewa desainnya tak masuk 10 besar,dia menyadari betul ini adalah sebuah kompetisi,yang terbaiklah yang seharusnya menang.Dalam proses mendesain logo ini dia mengaku sempat bingung akan menjadi seperti apa logo dengan tulisan utama POLINEMA dan dominasi warna biru itu,”saya sudah kehabisan ide” akunya.

Adit mengaku ada cerita menarik dari pengumuman itu,dia mengetahui pengumuman itu dari beberapa rekan dikelasnya,beberapa dari mereka hanya tahu bahwa Adit mengirim desainnya,namun tak mengetahui seperti apa gambar rancangan logonya itu,karena waktu itu tak diizinkan melihat.Begitu teman-temannya megetahui pengumuman itu,mereka menyangka salah satu dari 10 logo yang lolos itu adalah hasil desainnya,”mereka memaksa saya mengaku,tapi saya tetap tidak mengaku,lha wong memang itu bukan desain saya”katanya,kemudian tertawa.Beberapa dari temannya bahkan tidak percaya dan tetap memaksanya mengaku “ndak ada rek…”,tambahnya.Namun,menurutnya peristiwa ini menunjukkan sebuah sinergi positif dari teman-temannya,”terimakasih atas ketidakpercayaan teman-teman bahwa saya kalah”,bahwasannya hal ini menunjukkan kepercayaan teman-temannya.Dalam kesempatan ini dia juga ingin mengatakan tidak bermaksud menghindari perayaan “kemenangan” karena memang tidak menang,”teman-teman bilang saya tidak mengaku hanya menghindari traktiran.hha”,Terakhir,dia mengatakan secara tidak langsung mereka (teman-temannya) telah memberikan support ,yang akan menjadikannya banyak belajar dan menjadi lebih baik.
Special Thaks to : Indri,Monika,Vinny,Alpan,and the entire people of IB/TI

Logo oleh AdithsignUC
Hak Cipta Artikel oleh AdithLib,UltimateLibrary

Kamis, 31 Maret 2011

Gelora Bung Karno Stadion Kebanggaan Bangsa Indonesia




Setiap penyelengaraan even olahraga Internasional Indonesia tak pernah melewatkan yang satu ini.Ya,Kompleks Olahraga Senayan,Jakarta.Jika kita bertanya apa istimewanya tempat ini,mungkin karena ada stadion olimpik Gelora Bung Karno yang menjadi landmark kawasan ini.


Stadion Gelora Bung Karno dibangun pada tahun 1958 untuk mennyambut perhelatan Asian Games IV 1962.Rusia memberi bantuan dana kepada Indonesia dalam proyek ini.Peletakan batu pertama dilakukan oleh Ir.Soekarno selaku presiden Indonesia pada waktu itu dengan disaksikan wakil perdana menteri Uni Soviet, Anastas Mikoyan.,peristiwa ini menandai dilmulainya pembangunan proyek spektakuler,stadion terbesar di Indonesia saat itu –atau mengkin sampai sekarang(hha).



 Nama stadion ini dahulu adalah Istana Olahraga Senayan (Istora Senayan)yang kemudian berubah namanya menjadi Gelora Bung Karno untuk menghormati jasa beliau atas prakarsanya di masa pemerintahahnnya itu.



Stadion ini berstandar internasional dengan kapasitas sekitar 100.000 penonton (tanpa seat),namun pada renovasi menjelang piala Asia 2007,terjadi renovasi yang mengurangi kapasitas menjadi 88.083 penonton,karena dipasang seat (kursi individu), juga dilengkapi dengan seat VIP,tribun kelas I hingga III dan tribun media.Diatas tribun penonton terdapat atap baja yang menutupi stadion secara melingkar.Karena merupakan stadion olimpik,maka GBK ini terdapat jalur lari marathon mengelilingi lapangan utama.

Tribun stadion terdiri dari dua tingkatan utama (bahasa tekniknya :Tier) yakni tingkat pertama (ground tier) dan tingkat kedua (second tear). Tingkatan utama ditempati oleh seat untuk kelas VIP dan kelas I dengan posisi terdekat dengan lapangan, Kelas II di sudut lapangan dan kelas III di sisi belakang gawang.Sementara tingkatan kedua semuanya untuk seat kelas III.




Stadion GBK dikelilingi oleh beberapa sarana olahraga pendukung seperti kolam renang olimpik,lapangan tennis,voly,baseball,bulutangkis indoor ,Jakarta Convention Center (JCC) dan Masjid.Stadion dapat diakses dari delapan arah yang berbeda,lima diantaranya untuk menghubungkan pelataran stadion dengan jalan utama ,satu jalan untuk akses ke tempat parkir VIP dan parkir media. 


 
Gambar Oleh GooglePicture
Hak Milik Artikel oleh AdithLib,UltimateLibrary



Ambisi Indonesia Menjadi Host



Kita bersyukur memiliki negara dengan tingkat antusiasme tinggi seperti  Indonesia ini,terlebih soal persepakbolaan.Indonesia cukup dikenal dengan kefanatikannya yang tinggi ditambah lagi dengan munculnya jingle “Garuda di Dadaku” hal ini terbukti begitu ramainya dibahas ketika penyelenggaraan sepakbola se Asia Tenggara,AFF akhir 2010 lalu. Ribuan supporter berusaha mendukung tim Garuda dan menariknya kefanatikan ini semakin memanas ketika Indonesia masuk ke babak final berhadapan dengan Malaysia.Negara yang dikenal cukup “usil” dengan Indonesia.hha


Tidak hanya itu,begitu mendengar Indonesia akan mencalonkan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 2022,orang-orang yang sudah “nggak tahan”  berkreasi mulai usil tangannya dengan menumpahkan isi otak mereka dengan berbagai cara,seperti membuat logo piala dunia Indonesia,sayembara rancang stadion standar FIFA menggunakan sketchUp, membuat video presentasi promosi,sampai penggalangan dukungan oleh facebookers seluruh Indonesia…Wah,baru rencana saja sudah heboh…Namun kita patut berbangga,suatu antusias yang cukup membanggakan dari kalangan “orang dibalik layar”,ya…mereka turut menyumbangkan ide mereka.

Berikut adalah bukti bahwa Indonesia sangat berkeinginan menjadi host piala dunia pada 2018 atau 2022 (padahal Indonesia hanya mencalonkan diri sebagai calon tuan rumah di 2022)

















Namun harapan itu pupus setelah Indonesia dinyatakan batal menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 yang dimenangkan Qatar,sedangkan Rusia berbangga di 2018.Tidak berakhir sampai disini,kabarnya Indonesia bakal mengajukan kembali untuk tahun 2026  bersama Malaysia dalam menyelenggarakan piala dunia (nah loh…).Semoga semangat ini tidak pudar ya kawan.Teruslah Berkarya! Sekarang,ayo kita dukung agar Indonesia dan Malaysia semakin akrab,kokoh dan tak tertandingi…(loh?,emang semen?) menuju 2026.

Gambar oleh Google Picture
Hak milik artikel pada AdithLib,UltimateLibrary

Indonesia Dicoret FIFA



Seperti berita yang kita tahu,bahwasannya Indonesia telah dinyatakan mengundurkan diri dari pecalonan tuan rumah piala dunia pada tahun 2022.Pada Desember 2010 lalu,Federasi sepakbola internasional FIFA telah mengumumkan negara yang berhak menjadi tuan rumah even sepakbola akbar  empat tahunan itu.


Seperti yang dikemukakan Wikipedia,Indonesia memngundurkan diri bersama meksiko untuk menyelenggarakan piala dunia 2022.Disebutkan pula bahwa menurut hasil survey tim dari FIFA yang datang ke Indonesia, PSSI sebagai fasilitator tidak berani menjamin ketersediaan infrastruktur.PSSI yang harus bekerjasama dengan pemerintah,nyatanya FIFA juga mengatakan adanya indikasi pemerintah Indonesia tidak mendukung perihal ini.

Dalam penyelenggaraan Piala dunia,Indonesia harus menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai seperti membangun minimal 10 stadion berstandar FIFA,dua diantaranya --atau minimal satu--harus memiliki kapasitas penonton lebih dari 80.000 orang sebagai tempat penyelenggaraan pertandingan perdana dan final yang berarti desertai Upacara pembukaan dan penutupan yang tentu saja akan disaksikan jutaan pasang mata --baik secara langsung maupun melalui layar kaca-- seluruh manusia di bumi ini


salah satu proposal masterplan pembangunan Stadion di Jakarta

Selain membangun sedikitnya 10 stadion berstandar FIFA,Indonesia diharapkan mampu menyiapkan seluruh fasilitas pendukung seperti transportasi massal,Bandara Internasional,hotel,jalan raya,dan lain-lain yang pada intinya diharapkan mampu melayani tiga juta turis asing dan warga lokal menuju ke masing-masing tempat pertandingan dalam satu bulan penyelenggaraan piala dunia.Hal yang cukup berat bagi Indonesia.

Ketidakpastian dari dari pemerintah menyebabkan FIFA harus mencoret nama Indonesia dari daftar calon host,padahal masih banyak daftar negara yang mengajukan sebagai tuan rumah piala dunia 2022 diantaranya KoreaSelatan,Jepang,AmerikaSerikat,Australia dan Qatar.

Pada Desember 2010 lalu merupakan babak kulifikasi terakhir dari berbagai criteria penilaian,FIFA telah mengumumkan negara yang berhak menjadi tuan rumah piala dunia 2022 adalah Qatar,Uni Emirat Arab.Gegap gempita disambut oleh seluruh rakyat negara calon tuan rumah piala dunia 2018,Rusia.Hal yang sama juga dilakukan Rakyat Qatar,mereka dengan seksama menyimak pengumuman yang disampaikan langsung oleh presiden FIFA dan merayakannya secara nasional.

Hak Milik Artikel pada AdithLib,UltimateLibrary

Selasa, 29 Maret 2011

Teman,Yuk Belajar Menghargai Sebuah Ide…


GooglePicture


 Sudah saatnya menghargai sebuah ide.Ide tidak dapat dipaksakan,ide bersemayam di otak sebelah kanan setiap manusia.Namun jarang yang dapat mengemukakannya.Ide merupakan salah satu anugerah yang besar,karena jika ia tidak muncul,kadang kita berusaha “menjemputnya” dengan berbagai cara,misalnya merenung,menyendiri,berpikir mendalam,merubah suasana,mengunjungi suatu tempat,menemui seseorang dan sampai pada melakukan hal diluar kebiasaan seseorang.Seringkali ide tidak muncul dalam waktu yang sangat lama.Begitu rumitnya proses mendapatkan sebuah ide,baik materi maupun immateri. Waktu,tenaga,pikiran dituangkan untuk mewujudkan sebuah karyanya.Sekecil apapun pengorbanan itu,yang jelas,kita belum tentu dapat membuat apa yang mereka buat. Disinilah peran sebuah ide,ia dapat di klaim oleh orang lain,namun nilainya adalah jauh berbeda dengan penemu ide tersebut.Karena ini berarti perbedaan isi pikiran antara pencetus dan penglaim adalah berbeda pula.


Sekarang mari kita telaah,Karya-karya hebat yang saat ini dapat kita lihat dan nikmati adalah perwujudan dari sebuah ide yang hebat pula,kita sebagai orang-orang awam hanya terkagum-kagum dengan karya-karya mereka dan jarang yang memikirkan mengapa dan bagaimana itu diciptakan.Bahkan nama mereka seringkali kita tidak merasa perlu untuk mengetahuinya.Jika kita sekarang sudah mengetahui siapa penemu dan pendiri Microsoft (Bill Gates) maka hal itu masih wajar,karena tidak dapat dipungkiri,komputer yang saat ini ada di hadapan kita adalah karena jasanya.Atau karena Bill Gates sekarang masih hidup dan terkenal lantaran sering disebut-sebut sebagai salah satu orang terkaya di dunia,namun lima puluh-seratus tahun lagi,masihkah anak-cucu kita mengetahui sosoknya?

Itulah sebuah ide,sesuatu yang jarang orang merasa perlu untuk tahu dari otak siapa ia muncul,sesuatu yang sering dianggap remeh seberapa besarpun pengorbanan mendapatkannya,dan sesuatu yang pastinya akan tetap berharga walaupun tidak ada satupun yang menghargainya.Sudah saatnya kita menghargai sebuah ide. (AdithLib,UltimateLibrary 2011)

Hak Milik Artikel pada AdithLib,UltimateLibrary


Copy-paste Boleh,Tapi Hargai Dong…



Sering kita jumpai ketika sedang melakukan pencarian di internet,ketika mengetikkan sebuah kata kunci,maka akan muncul banyak referensi (dalam bentuk artikel di blog,situs,maupun yang lain), itu memang sangat memudahkan kita dalam pencarian,masalah timbul ketika referensi yang kita cari dari beberapa sumber kontennya sama persis,tak ada bedanya.Klik sumber A,artikelnya sama dengan sumber B,Blognya si M memuat artikel yang sama persis dengan artikel yang dimuat oleh blog si N.Dan satu lagi yang sama-sama mereka lakukan,tidak mencantumkan sumbernya.Kadang kita merasa kekurangan sumber dengan adanya fenomena ini dan yang pasti tidak variatif dan monoton.Tidakkah pernah terbesit dalam benak kita siapa sebenarnya pembuat artikel itu pertamakali?jika pemuat artikel itu tidak mencantumkan sumber yang benar atau bahkan dengan “kejamnya” melakukan klaim atas karya itu.Itulah fenomena yang erat kaitannya dengan copy-paste.Apakah mereka tidak mampu berpkir untuk menulis dan membuat artikel sendiri?



Tidak ada yang salah dengan copy-paste,semua sah-sah saja,namun akan lebih menunjukan orang yang bermartabat bila kita mengakui karya orang lain.Menulis artikel merupakan suatu yang patut dihargai,walaupun hanya dengan mencantumkan nama sumber asli/pembuatnya.Bagi seseorang yang menciptakan sebuah karya hal ini merupakan wujud penghargaan dan pengakuan orang lain terhadap dirinya dan sebagai bentuk penghormatan konsumen terhadap produknya.Para penulis menuliskan sesuatu bukanlah tanpa modal dan pengorbanan.Kalau kita berpikir dan berasumsi bahwa tidak ada sesuatu yang berarti yang harus dikorbankan dari kegiatan tulis-menulis,percayalah,kita belum tentu bisa menulis dalam waktu semalam saja,walau hanya satu paragraf ! :) (AdithLib,UltimateLibrary 2011)


Hak Milik Artikel pada AdithLib,UltimateLibrary

Yuk,lebih bermartabat dengan berkarya sendiri



Teman,seiring perkembangan internet dalam dua dekade terakhir berkembang pula pola kehidupan manusia.Saat ini internet mampu menjadi rujukan utama seseorang dalam hal apapun.Jutaan video di unduh tiap harinya,ribuan artikel dibaca jutaan orang sedunia tiap jamnya.Luar biasa.Tak pernakah terlintas di pikiran kita siapa yang mengunggahnya di internet?


Di Indonesia,kebanyakan orang tidak begitu peduli mengapa dan siapa yang mengeluarkan ide itu.Yang kebanyakan orang pikirkan adalah bagaimananya,ya maksudnya, bagaimana caranya untuk menikmati atau kalau boleh sedikit gamblang bisa dikatakan bagaimana membajaknya.Oh,Indonesiaku,mengapa tidak banyak orang yang berpikir kritis disini.Okelah kalau memang kita tidak mau dicap sebagai bangsa pembajak,*eh,yang nulis artikel ini sok tau banget sih,lihat Cina,negara besar kayak gitu aja terkenal dengan ahlinya dalam hal bajak-membajak masa kita ga boleh!* (tuh kan,cari kambing hitam..hhe just kid)yuk kita mulai berpikir mendalam.

Jepang menjadi negara maju saat ini karena pola pikir mereka yang kritis(yang ini bukan cari kambing hitam..:) ),setelah terjadi revolusi industri di barat dengan menerapkan teknologi baik itu kendaraan,komputer,dan alat-alat lainnya (terutama setelah ditemukannya mesin),Jepang melihat itu semua dan mulai berpikir,barat bisa membuat teknologi canggih itu,mengapa mereka tidak?kemudian mereka belajar bagaimana membuatnya,walaupun,konon,mereka membeli produk dari barat,kemudian mereka membongkarnya dan terjadilah proses pembelajaran,atau bisa dikatakan juga “membajak”,tapi sekarang hasil “bajakan” mereka mampu menyaingi produk awalnya dan siap menjadi kompetitor produk-produk buatan barat. Mereka sekarang menjadi produsen elektronika terbesar di Asia.Dengan merk-merk terkenalnya. Sekarang mereka lebih bermartabat di mata Asia bahkan dunia.Sebuah produsen mobil Jepang,Toyota sering disebut-sebut dan dikenal sebagai Mecedesnya (Mercy) Asia.

Kita bisa mulai menciptakan hal-hal kecil sendiri,misalnya menulis artikel atau berbagi tips-tips menarik,server di internet memiliki memori yang sangat besar,dan itu sangat mencukupi untuk menampung milyaran ide yang keluar dari otak seluruh manusia penghuni bumi ini. Cobalah untuk mencanangkan “sehari tanpa copy-paste” atau “One Day,One Article”.Anggaplah terlalu banyak menyadur ide orang lain adalah hal yang kurang baik,atau berpikirlah bahwa Anda akan lebih bernilai jika sebuah karya, Anda sendirilah yang membuatnya, untuk kemudian dimuat dalam situs Anda.
 

Kita tidak perlu mencari kambing hitam atau “mencontoh” budaya yang kurang baik,dari siapapun itu,maukah produk-produk kita, dijadikan bulan-bulanan dan pelanggan razia bea cukai di berbagai negara hanya karena hasil meniru produk orang lain?   Atau mungkin mereka malah lebih senang kucing-kucingan dengan petugas dan berharap lolos demi meraih keuntungan.Mari jadikan Indonesia lebih maju dan visioner dengan mengurangi budaya konsumtif dan belajar berkarya sendiri. (AdithLib,UltimateLibrary 2011)


Hak Milik Artikel pada AdithLib,UltimateLibrary